Saturday, April 30, 2011

Kisruh Pssi setelah NH

Banyak yang mengira dengan "lengser"nya Nurdin Halid akhirnya membuat PSSI akan menjadi lebih baik dari yang sebelumnya. Teryata jauh panggan dari api, setelah FIFA memutuskan komite normalisasi untuk mengambil alih tugas sementara dan membuat kongres pemilihan ketua dan komite eksklusif, tak dianya 78 "pemegang hak suara" PSSI seakan menjadi satu2nya penyuara kebenaran, dan dengan seenaknya mengacaukan segalanya.

Teryata betul, Nurdin Halid sebagai ketua umum dan turunnya itu hanyalah fenomena gunung es, jauh dari itu, bobroknya sepakbola indonesia sudahlah sampai ke tingkat akar rumput. Jadi sangatlah naif bila dengan turunnya seorang nurdin maka pesepakbolaan kita akan otomatis menjadi lebih baik. Bukankah dari awal apabila emang pengurus di daerah memang betul mau membenahi sepakbola Indonesia dan menganggap nurdin sebagai biang keroknya, tentu bisa dengan hak suara yang dimilikinya tidak memilih nurdin halid, tapi nyatanya dia bisa terpilih selama 2 periode.

Apa yang terjadi dengan PSSI kurang lebih sama dengan apa yang terjadi dengan Indonesia dan reformasi. Ketika Presiden Soeharto digulingkan dan mereka menganggap semua akan lebih baik dan Indonesia akan maju ke depan. Nyatanya? Permasalahan indonesia sudah jauh melebihi daripada kedudukan seseorang di pucuk pimpinan, tapi kita sebagai bangsa seakan "merestui" semua praktek yang kita "benci" tapi dilakukan juga.

Saya sih cuman pengemar sepak bola indonesia, saya gak mendukung gt kek, ap kek, nh kek. Tapi setidaknya punyalah rasa legowo dan tau diri, secara FIFA sebagai puncak pengambil keputusan dan sudah memutuskan, ya wis legowo, jangan sampai anda2 yang mendukung tanpa akar sehat mendapat cibiran, tuh kan teryata yang lama sejelek2nya jg masih mempunyai sikat legowo setelah keputusan FIFA ada.

Terasa sekali aroma kepentingan dengan memaksakan orang2 itu2 dalam pemilihan ketua PSSI. Apakah benar kita cuman punya orang2 itu aja? Apa benar Indonesia udah habis pemimpin yang mampu memimpin sebuah organisasi bernama PSSI? Saya yakin pemimpin banyak, tapi yang mempunyai ketulusan dan keteguhan hati untuk serius membenahi PSSI, mungkin ada. Tapi entahlah melihat jalannya reformasi dan kelakuan politisi dan pemimpin kita, saya hanya ingin mencoba untuk realitis saja, mungkin orang seperti itu tidak pernah ada di tengah "sakit"nya masyarakat kita.

Wasalam - Connecting Blogger -

Sunday, February 27, 2011

Miskin dan Kaya

Mendengar percakapan orang miskin lebih dekat dengan kejahatan, membuat saya sedikit berpikir, benar apa tidak yah? Disatu sisi memang kemiskinan salah satu penyebab beberapa kasus meningkatnya kejadian kriminalitas. Tapi di sisi lain tidak jarang orang yang hidup miskin mempunyai prinsip hidup yang baik.

Hanya satu yang saya amati, kebanyakan orang yang jahat karena ia miskin, lebih dikarenakan faktor keterpaksaan, istilah londohnya mah Do or Die, jadi antara ia melakukan kejahatan atau ia tidak bisa survive. Tapi realitasnya tidak jarang orang yang kaya pun berbuat kriminal / jahat. Nah ini malah lebih parah. Dengan segala kelebihan yang ia miliki, masih bisa berbuat jahat lebih karena Napsu keserakahan !! Contoh sudah banyak, tinggal beli koran, klik situs berita, akan terpampang semua tabiat keserakahan manusia.

Pada dasarnya samalah seperti binatang dan manusia. Kalau hewan membunuh hewan lain semata2 untuk kelangsungan hidup mereka, tapi manusia ada yang membunuh dan bahkan memutilasi manusia lain dengan berjuta alasan. Terkadang kalo dibilang tidak manusiawi malah jadi gak masuk akal. Yah seperti itulah tabiat manusia.

Jadi kembali ke hati kita masing2, miskin atau kaya bukanlah menjadi alasan, atau pembenaran setiap yang kita lakukan. Banyak juga orang miskin yang berlaku membanggakan Penciptanya dan tidak sedikit orang kaya yang mendukakan hati penciptanya.
Kalo kata om bimbo mah hati adalah cermin tempat pahala dan dosa bertarung.

Selamat berjuang buat kita semua !!

Wasalam - Connecting Blogger -

Thursday, January 27, 2011

Tokoh Lintas Agama Vs Pemerintah

Belakangan ini ramai sekali di media, perseteruan antara tokoh lintas agama dengan pemerintah. Hal ini bermula dari pertemuan tokoh2 lintas agama dan mengeluarkan suatu peryataan 18 Kebohongan pemerintah SBY, yang menyatakan data yang diklaim pemerintah berbeda dengan realita yang ada. Dan pemerintah pun keberatan apabila dikatakan bohong, tapi kalo berkata A dan realita B itu artinya apa ya? Menurut kamus bahasa indonesia yang masih berlaku sih yah bener toh pak, kecuali mau ada rencana mau mengubah definisi dari berbohong. Mungkin sebagai jalan tengah saya ingin usul agar menggunakan kata manipulasi?

Bak gayung bersambut, muncul juga gerakan2 yang lain, seperti gerakan tahun kebenaran (yah kalo yang ini memang rada2 berbau politis karena sebagian ada yang berambisi tertentu). Tak berlama berselang muncul dekralasi dari guru besar, yakni deklarasi stop pemerintah berbohong. Sulit rasanya bila memang dirasakan ada keresahan yang ditangkap oleh tokoh2 tersebut.

Seharusnya pemerintah berterima kasih kepada tokoh2 lintas agama yang masih mau menyuarakan kegalauan yang terjadi di masyarakat belakangan ini, karena kemanalah rakyat kecil hendak mengadu semua resah dan kegelisahan melihat beban hidup yang semakin berat, harga2 membumbung tinggi, apalagi keadilan secara vulgar seakan "ditelanjangi" oleh kekuasaan uang, yang semakin membunuh harap mereka akan adanya perbaikan nasib dan kehidupan mereka di masa mendatang.

Dan ketika rasa itu sudah berakumulasi menjadi kemarahan yang terpendam, bagaikan bensin yang tersudut api yang siap meledak sewaktu2. Seakan lupa mereka, bahkan dalam kamus bahasa inggris ada kata AMOK yang mengambarkan kemarahan masyarakat malayu.

Selagi masih ada waktu untuk berbenah, berhentilah berpolemik, berwacana, dan bercitra2 ria. Tunjukan kinerja dan hasil kepada masyarakat, niscaya mereka pun akan cinta kepada pemimpinnya, tapi ketika pemimpinnya lalim dan zolim tak akan lama mereka hancur dan teringat dalam sejarah sebagai masa2 kelam dalam suatu negeri, sudah banyak contoh terjadi.

Kekuasaan adalah amanah, ada baiknya bekerja dengan sepenuh hati dengan ketulusan ingin benar2 mensejahterakan dan memeratakan yang berkeadilan. Yang pada akhirnya semua amanah itu akan dipertanggung jawabkan kepada Sang Khalik ketika menghadapNya.

Wasalam - Connecting Blogger -

Buku Sby Masuk Sekolah?

Buku profil presiden susilo bambang yudhoyono masuk sebagai buku pengayaan untuk anak2 SMP?
sulit rasanya bagiku untuk tidak tergelitik untuk menulis opini saya mengenai ini.

Tidak tanggung2 sebanyak 10 judul yang merambah sekolah2 di daerah tegal.



10 Buku SBY yang Masuk Sekolah :

1. Jalan Panjang Menuju Istana
2. Menata Kehidupan Bangsa
3. Indahnya Negeri Tanpa Kekerasan
4. Adil Tanpa Pandang Bulu
5. Peduli Kemiskinan
6. Memberdayakan Ekonomi Rakyat Kecil
7. Diplomasi Damai
8. Berbakti untuk Bumi
9. Jendela Hati
10. Merangkai Kata Menguntai Nada
*Sumber Data : DP Kabupaten Tegal

Penulisan serial ini telah dimulai sejak 3-4 tahun lalu dan ditulis oleh sebagian besar wartawan senior dari beberapa media nasional. "Serial ini juga telah mendapat restu Presiden SBY, sehingga isinya dapat dipertanggung jawabkan untuk memberikan informai dan pengetahuan," ungkap Toni. (dari yahoo.com)

Sulit dibantah menurut saya bahwa buku ini memang dibuat untuk pembuat citra bagi pemerintah. Contoh saja buku dengan judul Adil tanpa pandang bulu, tapi realitanya kita lihat betapa bedanya hukum bagi si miskin dan si kaya. Bahkan banyak kaum papa mencuri 1 tangkai pisang karena lapar dihukum 5 bulan, sedangkan koruptor bebas berpergian saat menjadi tahanan, bahkan tak sedikit yang tak tersentuh hukum.

Belum lagi buku dengan judul peduli kemiskinan, dengan data penerima jaminan kesehatan 70 jutaan, dan masyarakat miskin mencapai 100 juta(hampir 50% dari jumlah penduduk).

Entahlah mungkin memang benar, negeri ini hanyalah negeri wacana, yang lebih suka memberi janji2 tanpa ada realisasi.

Wasalam - Connecting Blogger -

Tuesday, January 4, 2011

Pandai berbahasa asing

Tergeletik saya membaca sebuah berita di sebuah media online, okezone dan juga detik kurang lebih dari inti berita tersebut adalah presiden sby menggunakan istilah bahasa inggris dalam pidatonya. Masalah? Gak juga sih kalo digunakan sekali2...tetapi ketika dihitung lebih dari 54x penggunaan, yang kalo dibaca lagi sangat lucu dan aneh jadinya.

Berikut cuplikan ungkapan-ungkapan Presiden dalam sambutannya di BEI siang ini
di 30 menit pertama:

1. Dalam melakukan evaluasi kita harus merujuk pada parameter dan ukuran yang jelas. Correct measurement.

2. ...jangan mengukur sesuatu yang tidak menjadi rencana yang dijalankan pemerintah pada 2010 kemarin, termasuk means yang kita gunakan.

3. ...bukan hanya ditinjau dari implementasi dari kinerja pemerintah. Tetapi, secara umum, in general, kita harus juga melihat...

4. Pemulihan ekonomi untuk menjaga kesejahteraan rakyat, atau dengan bahasa bebas saya katakan minimizing the impact of the global economic crisis.

5. Kita tetapkan sejumlah kebijakan, policies, dan tindakan nyata, actions.

6. ...dan segala upaya yang intinya adalah economic recovery dan maintaining
people’s welfare.

7. ...mari kita lihat satu persatu, pertumbuhan ekonomi growth...

8. Insya Allah tahun 2010 ini kita bisa mencapai enam persen, close to six percent.

9. ...tujuan untuk sebuah pemulihan ekonomi, economic recovery itu dicapai.

10.Inilah yang mendongkrak perekonomian kita sekarang ini, dan insya Allah growth itu akan menjadi lebih sustain.

11. Unemployment menurun. Banyak negara yang meledak unemployment-nya.

12. Kalau kita bicara pertumbuhan harus disertai dengan pemerataan, growth with equity.

13. ...didukung tata kelola good governance.

14. Sekarang seperti apa structure, magnitude dan sasaran APBN 2011.

15. Supaya saudara tau makna dan arti penting APBN sebagai means sebagai tools untuk mencapai tujuan dan sasaran.

16. APBN dalam arti government expenditure, government spending...

17. ...menuju sebuah anggaran yang berimbang, balance badget.

18. ...yang menyakitkan, yang painful.

19. ...ternyata hanya mencapai 0,62 persen. Why? Bukan karena kita tidak membelanjakan, tetapi revenue itu ternyata lebih tinggi sepanjang 2010.

20. Tapi, kami pemerintah mengatakan, it is achievable, bisa dicapai.

21. ...lebih baik yang realistic, achievable, attainable.

22. Apa faktor yang bisa menggagalkan pencapaian sasaran itu, atau dari perspektif yang lain what kind of assumptions yang bisa kita tetapkan...

23. ...semua proyeksi, semua estimate, di semua negara bagus, global economy will grow.

24. Tidak ada yang meramalkan, semuanya everything is nice.

Dan lucunya dibela setengah mati oleh salah satu anggota partai, link diatas. Emang sudah lupa yah dibenak kita semua ketika ada obama datang ke indonesia, dan ada wartawati bertanya kepada sby, dan dia tidak paham, dan akhirnya sempat berbicara dengan jubir, dan setelah itu masih tidak paham dan meminta sang wartawati mengulang pertanyaannya, dan masih juga tetap tidak paham, sampai akhirnya menteri luar negeri datang untuk menjelaskan apa yang sebenarnya ditanyakan oleh wartawati tersebut.

Tetapi yang lebih menyedihkan lagi bila diingat bahwa beliau juga menggunakan waktu pidato resmi kenegaraan di paripurna, dengan bangga beliau menggunakan istilah asing dalam pidatonya. Khusus yang ini saya harus mengkritik dengan sedikit pedas, karena beliau berpidato untuk rakyat indonesia, karena beliau adalah presiden indonesia, sudah seharusnya berbangga hati menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar untuk suatu pidato kenegaraan resmi, laen halnya kalo pidato di negara asing. Kalau sebagai pemimpin tertingginya aja sudah tidak menghargai bahasa indonesia sapa lagi yang akan menghargainya. Lebih2 terlontar istilah mencintai produk bangsa sendiri, pegimana mau diikuti toh om, wong sampean aja tidak mau dengan bangga menggunakan bahasa indonesia....

Mungkin kecerdasan diukur dari kemahiran bercas cis cus dalam bahasa asing, yah mungkin saja benar, tapi nasionalisme itu dimulai dari diri kita sendiri dan dimulai dengan hal yang mudah yakni menggunakan dan meletakkan bahasa indonesia yang telah disepakati sebagai bahasa pemersatu bangsa.

Wasalam - Connecting Blogger -

Sunday, January 2, 2011

Selamat datang 2011

Tidak berasa 2010 sudah berlalu, memang waktu seakan berjalan begitu cepat. Sekarang kita sudah berada di tahun 2011, apakah tahun ini akan lebih baik daripada tahun 2010? Tentunya kita semua berharap seperti itu.

Untuk sektor keuangan : Saran saya untuk berhati2 dalam memutuskan untuk melakukan suatu investasi yang terlalu berani, akan banyak hal2 yang diluar dugaan terjadi. Apalagi goncangan sektor keuangan di eropa seperti di yunani akan membuat berbagai negara di eropa akan mengambil uang mereka yang likuid (seperti di bursa saham) untuk di bawa ke negara mereka masing2, dan efek bubble di BEJ harus menjadi perhatiaan khusus untuk pemain saham di dalam negeri khususnya pemain kecil, kemungkinan terkoreksi sangatlah besar.

Untuk politik : "keterpenjaraan" para politisi oleh kasus2 yang saling menyandung semua partai politik akan terus bergulir, seperti kasus century yang sepertinya akan terus berputar2 pada lingkaran setan tanpa penyelesaian, yang akan menyandera mereka sendiri. Benar2 dibutuhkan suatu kebijaksanaan dan karisma dari pemimpin tertinggi agar keadaan menjadi lebih tenang dan energi kita tidak habis untuk hal seperti ini.

Untuk keamanan : Masyarakat sudah mencapai titik jenuh dalam melihat tiadanya keadilan di negeri ini, sudah saatnya para pemimpin untuk kembali ke nilai2 moral dan akhlak yang berlaku, kalau tidak sepertinya akan terjadi "gejolak" yang sudah mulai terlihat dari tahun lalu, dimana tahun ini akan menjadi puncak kejenuhan dari masyarakat, para pemimpin harus bisa mengambil momentum ini dalam 3-4 bulan kedepan untuk mengambil simpati masyarakat dari tindakan nyata.

Bagi kita semua, ada baiknya kita tetap berpegang pada nilai2 kebaikan, walau apapun yang terjadi jangan terpengaruh untuk berbuat sesuatu yg tidak baik untuk kesenangan sesaat. Kembalilah mendekat kepadaNya dan mencari pencarian makna diri yang hakiki.

Wasalam - Connecting Blogger -

Wednesday, December 29, 2010

Indonesia dan AFF

Setelah 4 kali berhasil menembus babak final piala AFF yang dulu lebih dikenal dengan piala tiger, Indonesia kembali gagal untuk mengangkat trophy untuk kesekian kali, setelah di leg 1 di malaysia indonesia kalah telak 3-0 oleh pasukan muda malaysia yang rata2 masih berumur 23 tahun 6 bulan. Sempat bermain imbang sampai menit ke 60an, sampe akhirnya ada insiden yang membuyarkan konsentrasi para pemain dengan laser dan petasan2.

Eforia, ekspoitasi media dan politisasi oknum PSSI kepada timnasnya sendiri sungguh mengelikan. Dari menghadiri acara2 yang tak penting, sampe pemasangan spanduk bernuansa kampanye di stadion bukit jalil, malaysia...di malaysia bisa dibayangkan. Disana ada spanduk pak sby, pak hatta, pak nurdin, sampe akhirnya hatta rajasa mengeluarkan permintaan maaf, karena spanduk bukan atas instruksinya. Sulit rasanya untuk tidak mengatakan tidak ada politisasi kepada timnas, paling tidak ada orang yang ingin mendompleng "kesuksesan" tim garuda kita.

Diawali di fase group yang sangat meyakinkan dan sampai semifinal, Indonesia selalu memenangkan pertandingan membuat pemain lupa seakaan lupa diri apalagi yang dihadapi adalah malaysia yang pernah dibantai di babak penyisihan 5-1. Suatu pelajaran berharga bahwa cepat puas diri adalah musuh yang paling berbahaya bagi diri kita (apapun yang kita kerjakan) karena kita akan menganggap remeh dan tidak mau berusaha maksimal semampu yang kita bisa.

Selamat buat malaysia, untuk kemenangan pertamanya di turnamen ini, apalagi tim yang sama juga menjuarai sea games sebelumnya. Patutlah kita coba tengok apa yang telah mereka lakukan dengan pasukan mudanya, mereka berpikir jauh kedepan daripada meraih hasil sesaat yang tak bertahan lama.

Saatnya kita harus berani mengakui ada masalah di PSSI, saatnya PSSI berani merombak diri apalagi menjelang Munas 2011, bukan saatnya lagi yang menjadi ketua PSSI adalah seorang partisan partai yang menjadikan PSSI sebagai ajang politisasi. Semoga kedepannya terpilih ketua yang bervisi untuk memajukan pesepakbolaan indonesia.

Jaga eforia masyarakat yang memiliki rasa persamaan dengan timnas, walau dalam kehidupan sehari2 mereka sulit tapi mereka rela mengorbankan segalanya untuk mendukung timnas Indonesia. Sesuatu yang tidak terduga sebelumnya, tapi apabila kita telaah lebih seksama, adalah ASA atau Harapan di Timnas serasa mewakili mereka yang sering kali temarginalkan.

Salut buat perjuangan Garudaku.....tegakan kepalamu, kalian sudah berusaha semampu yang kalian bisa perbuat, perjuangan tidak berhenti disini masih ada kesempatan bagi kalian untuk menunjukan, mengibarkan, dan mengumandangkan Indonesia Raya.

Wasalam - Connecting Blogger -