Apa kabar Lapindo? Apa kabar Sidoarjo? 4 tahun sudah berlalu tapi semburan itu masih saja keluar dari titik kebocoran hasil pengeboran. Sempat dilakukan upaya penutupan yang setengah hati, menurut pakar2 pengeboran tidak mencapai titik yang disepakati untuk mencapai keberhasilan menghentikan semburan. Karena kalau berhasil dihentikan, berarti teori "BENCANA" tinggalah kenangan belaka. Dan upaya membiaran ini akan membuat lumpur akan terus menyembur sampai (berbagi kalangan berbeda pendapat) 20-30 tahun lagi.
Betulkah Semburan itu tak bisa dihentikan? Kalo kita bandingkan dengan apa yang terjadi di teluk meksiko, dimana kesalahan pengeboran membuat minyak tumpah di teluk meksiko. Nah disini letak perbedaan yang signifikan. Presiden Obama sebagai pemegang tongkat komando tertinggi sampai membatalkan kunjungan ke LN (termasuk Indonesia) karena melihat kasus teluk meksiko merupakan masalah nasional yang harus butuh penanganan yang lebih serius. Disini kita melihat kesungguhan/kemauan pemerintah dalam menanggulangi.
Berapa waktu yang diperlukan? 1 tahun ? 2 tahun? Tidak !
Cukup dengan 3 bulan saja ( http://abcnews.go.com/WN/gulf-oil-spill-bps-cap-success-oil-stops/story?id=11173330 ) dan ini hanya solusi sementara untuk selanjutkan dilakukan solusi permanen yang dilakukan dan diperkirakan akan selesai pada Agustus 2010. Dan Obama "menekan" pihak BP untuk bertanggung jawab secara penuh atas insiden tersebut.
Sungguhkah tidak bisa dihentikan semburan lumpur Lapindo? Secara faktual yang terjadi di teluk meksiko jauh lebih sulit, karena terjadi di laut, itu saja bisa. Dan dari pakar geologi ITB yang disiarkan di Metro TV, sesungguhnya sangat bisa dilakukan, tergantung dari political will saja dari pemerintah. Dan menurut beliau biaya yang diperlukan sekitar 2-3 triliun saja. Masih jauh lebih murah dari ongkos Bank Century yang menjadi guyonan di layar kaca beberapa waktu silam.
Apakah ada "kepentingan2" bermain dalam kasus ini? Ah entahlah saya hanyalah wong cilik, ga ngerti pemikirain selihai2 itu. Yang hanya saya inginkan agar kasus ini cepat selesai, dan orang2 sidoarjo dapat kembali tinggal dan bermukim di tempat kelahirannya. Dan jangan sampai nanti sidoarjo tinggal menjadi sebuah kumbangan yang hanya menjadi bagian sejarah yang terlupakan dari negeri indonesia ini.
Wasalam - Connecting Blogger -
Wednesday, July 21, 2010
Thursday, June 24, 2010
Monas dan Ultah Jakarta
Kaga berasa, jakarta udah ultah lagi aja yang ke 483 tahunnya. Kalo dipake umur manusia, nih kota jakarta udah uzur banget :) Beberapa hari sebelum ultah jakarta yang jatuh pada tanggal 22 Juni, saya dan beberapa kawan, berencana datang ke Tugu museum nasional untuk jalan2 dan melihat kemegahan monas yang sudah tersohor itu, apalagi emasnya dah, beuy sampe ngiler2 pengen dikiloin.
Cukup bejibun juga nih teryata monas, bus2 pun banyak banget, mungkin bertepatan dengan liburan sekolahan, dan terlihat tidak cuman warga ibukota saja, tapi warga dari kota2 lain pun datang untuk mengunjungi tugu yang menjadi lambang kebanggan warga jakarta itu.
Disana ada yang bermain layangan, ada yang membawa tiker dan bekal sebagai ajang kumpul bersama keluarga, ada juga yang berduaan aja mojok uhui asik aje mojok berduaan hehehe.
Dan terlihat di beberapa sudut, ada juga turis asing yang sangat menikmati monas, bahkan terkadang tidak mau ketinggalan mengabadikan di kamera mereka.

Sayangnya keindahaan itu ternoda dengan banyaknya sampah2 yang bertebaran di sekitaran monas, bahkan yang lebih mengenaskan lagi sampah pun dibuang tepat di depan tanda larangan membuang sampah berikut dengan denda dan hukumannya. Mungkin udah saatnya masyarakat diajak untuk lebih peduli terhadap lingkungannya.
Seperti sebuah kalimat yang cukup terkenal, kebersihan bagian dari iman. Sayang mudah untuk diucapkan, sulit untuk dilakukan. Kalo bukan kite, sapa lagi yang ngejaga dan ngerawat nih kota. iye kaga ?
Wasalam - Connecting blogger -
Tuesday, June 8, 2010
Keinginan sang pemahat batu

Suatu ketika dikesunyian seiring fajar menyingsing, terdengar suara, Tok....Tok...Tok, teryata
hiduplah seorang pemahat batu yang merasa kurang puas dengan diri dan kehidupannya, ia merasa jenuh dengan pekerjaan yang dianggapnya sangatlah membosankan. Suatu hari ia melewati rumah seorang saudagar kaya. Ia melihat banyak benda mewah dan para tamu penting yang berkunjung. "Betapa berkuasanya saudagar itu," pikir si pemahat batu. Ia menjadi iri dan berharap bisa menjadi saudagar itu. Dan ia berdoa "Tuhan aku juga ingin seperti saudagar itu, bertemu dengan orang2 penting dan memiliki benda2 yang bagus"
Di luar dugaannya, mendadak ia menjelma menjadi saudagar yang memiliki kekayaan dan kekuasaan melebihi yang pernah ia bayangkan. Tak lama kemudian melintaslah seorang pejabat pemerintah, diusung tandu, diiringi banyak pengawal. Setiap orang, betapapun kayanya dia, mesti membungkuk rendah di saat pejabat itu lewat. "Betapa kuasanya pejabat tersebut." Ia berpikir "saya ingin jadi pejabat tinggi."
Kemudian ia menjelma menjadi seorang pejabat tinggi yang diusung kemanapun dengan tandu bersulam, berkuasa dan ditakuti orang-orang disekitarnya. Saat itu musim panas dan terik matahari terasa membakar kulit, tak ada lagi orang yang membungkuk dihadapannya, dan seketika itu ia marah dan bertanya kepada penduduk setempat, kenapa mereka tidak tunduk kepadanya, dan jawab penduduk itu, "maaf bapak, tapi terik matahari ini terangat sangat, sehingga kami harus berteduh". Sektika itu ia menatap sang surya yang dengan angkuh bersinar di langit tak terpengaruh oleh kehadiran sang pejabat tinggi. "Betapa kuasanya matahari itu," pikirnya. "Saya berharap bisa menjadi sang surya."
Lalu ia menjadi matahari, bersinar dengan teriknya dan memanasi apa saja, membuat ladang-ladang kering kerontang, dikutuki para petani. Namun kemudian gumpalan awan besar hitam melintasi matahari dan bumi, mencegah sinar panasnya turun ke bumi. "Betapa kuasanya awan tersebut," pikirnya. "Saya berharap bisa menjadi awan itu." Selanjutnya ia menjelma menjadi awan pembawa hujan yang berkuasa membanjiri banyak ladang dan desa, disesali oleh para penduduknya. namun tak lama ia merasa didorong dan dibuyarkan oleh suatu kekuatan besar yang lain yaitu angin. "Betapa kuasanya angin tersebut," pikirnya. "Saya berharap bisa menjadi angin itu."
Kemudian ia menjadi angin yang meniupkan badai dahsyat , menerbangkan genting-genting dari atap rumah, menumbangkan pepohonan, ditakuti oleh semua yang ada di bawahnya. Namun beberapa saat ia tertumbuk oleh sesuatu yang tak bergerak dan bergeming, betapapun kerasnya ia menghembus. Ternyata benda itu adalah gunungan batu yang tinggi dan menjulang. "Betapa kokohnya batu itu," ia bepikir. "saya ingin menjadi sekuat dia!"
Selanjutnya ia menjadi gunungan batu granit , yang menurutnya lebih kokoh dari apapun di bumi ini. Namun, tak lama ia mendengarkan bunyi dentuman palu memahat ke dalam batang tubuhnya dan ia mulai merasakan adanya guncangan. "Apa ada yang lebih kuat dari saya, si batu gunung?" pikirnya. Ia kemudian melongok ke bawah dan.... melihat di dasar, sosok seorang pemahat batu yang sedang sibuk bekerja!
Terkadang kita merasa tidak pernah puas dan iri dengan apa yang dimiliki oleh orang lain, dan terkadang setelah kita memiliki apa yang orang lain punya pun kita merasa kurang ketika kita melihat seseorang yang lebih hebat dari kita. Tidak pernah puas adalah hal yang sangat manusiawi, dan untuk mengejar dan memenuhi semua keinginan kita tentu tidak akan pernah habisnya. Jadi Syukurilah apa yang kita miliki sekarang dan berusahalah menjadi yang terbaik dari apa yang sedang kita kerjakan sekarang.
Wasalam - Connecting Blogger -
Tuesday, May 4, 2010
Kecil besarnya beban hidup

Sering kali kita mengeluh betapa besarnya beban kehidupan yang kita tanggung saat ini. Tapi sesungguhnya bukan itu yang menjadi pertanyaan yang sebenarnya.
Coba kita telaah gambar disamping ini, bayangkan apabila kita sedang berdiri sambil memegang satu buah gelas yang berisikan air. Apabila anda melakukannya untuk 10 menit? tidak masalah bukan?
Apabila kita memegangnya untuk 1 jam? Mungkin sebagian dari kita masih banyak yang kuat, sebagaian lagi sudah mulai bergetar2.
Coba apabila kita memegang dalam posisi seperti itu untuk lebih dari 3 jam? Mungkin setengah dari kita sudah menyerah, Dan apabila kita harus memegang untuk 12 jam misalkan? Kemungkinan besar sudah harus diurut :P
Sekilas kita lihat gelas berisi air itu tidaklah terlalu berat, bahkan terkesan sangat ringan. Seperti itulah kita dalam menghadapi beban dalam kehidupan. Bukan berapa besar beban yang sedang kita tanggung, tapi beberapa lama kita berada dalam suatu beban itu.
Dalam kata lain beban/masalah yang kecil pun apabila kita hanya berkutat untuk mengasihani diri kita dan tidak berusaha untuk menghadapinya, akan menjadi terasa sangat berat.
wasalam - Connecting Blogger -
Thursday, March 25, 2010
Buka pikiranmu, kosongkan cawanmu
Alkisah ada seorang yang ingin menemukan rahasia semesta dan arti hidup yang sesungguhnya. Lalu ia mengadakan perjalanan jauh dan mencari seseorang yang dapat memberikan jawaban atas pertanyaan yang selama ini menganggu di benaknya. Akhirnya ia menemukan seorang bijak yang telah tersohor ke seluruh negeri. Sang guru mempersilakannya duduk di atas tikar di lantai, dan lalu menjerang air untuk membuat teh. Dan orang itu menanti teh itu siap disajikan.Cukup lama waktu yang diperlukan untuk memanaskan teh tersebut,ia pun spontan menjadi tidak sabar, ingin agar segala basa-basi itu segera berakhir, mengajukan pertanyaan, dan memperoleh jawaban atas makna sejati semesta. Ia tidak mengingkan teh itu, yang ada di pikirannya adalah bagaimana mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang selalu menghantui pikirannya. Dan seperti biasa, semakin tergesa2 terhadap sesuatu, maka terasa semakin lama air itu mendidihnya.
Tak beberapa lama kemudian teh pun siap disajikan. Sang guru itu menyerahkan secangkir teh padanya dan ia menerimanya dengan tangan gemetar karena saking senangnya. Pikiran dan tubuhnya tidak tenang. Di benaknya, ia menyimpan lebih banyak pertanyaan tambahan yang ingin ia ajukan begitu sang guru menjawab yang pertama. Sang guru menuangkan air teh, sampai ke bibir cangkir. Cangkir itu telah penuh sekali, tapi sang guru itu terus menuang, sehingga dengan segera teh panas itu meluap hingga ke pinggir, ke tangannya yang gemetar. “Apa yang engkau lakukan?” sontaknya sembari menahan kesakitan di tangannya. “Apa yang engkau lakukan?” jawab sang guru. “Layaknya cangkir teh ini, engkau sedang memenuhi dirimu dengan gagasan, keinginan, pertanyaan, khayalan. Bagaimana engkau dapat menerima sesuatu dariku jika cangkirmu penuh? Untuk dapat menerima ajaran mana pun, pertama-tama engkau mesti mengosongkan cangkirmu.”
Janganlah kita merasa sok pintar dan sok tahu akan segala hal. Dan juga jangan kita tergesa2 dalam mempelajari sesuatu. Biarlah proses pembelajaran itu masuk ke dalam pemikiran kita, dan biarlah kita berasa bodoh setiap saat, karena dengan begitu kita selalu ingin belajar dan belajar, dan disaat kita berhenti belajar disaat itulah kita berhenti bertumbuh.
Wasalam - Connecting Blogger -
Tuesday, March 23, 2010
Kemurahan hati
Cara terbaik untuk menyembuhkan ketamakan adalah dengan murah hati dengan sesama, itu adalah perasaan puas terbesar yang bisa dirasakan setiap insan manusia.Dan satu2nya untuk mengalami kepuasaan dari kemurahan hati adalah dengan memberikan sesuatu yang anda sukai/senangi dengan sangat, jadi bukan hanya memberikan sesuatu yang anda tidak ingini lagi / bahkan sebenarnya anda sudah ingi mecampakannya.
Tentu sangatlah beda ketika anda memberikan sesuatu yang anda sukai, itu seperti memberikan sebagian/bagian dari hidup anda kepada orang lain, untuk merasakan apa yang kita rasakan.
Pernahkah terbayang kepada anda, apabila anda dalam keadaan kekurangan, dan tiba2 seseorang memberikan kepada anda sesuatu yang anda bagi anda itu suatu kemewahan yang tak pernah anda bayangkan untuk dimiliki? Seperti itulah perasaan seseorang yang mendapatkan kemurahan hati anda.

Dari gambar disamping, teryata kemurahan hati adalah bahasa universal yang di mengerti oleh setiap insan manusia dimanapun mereka berada, apapun latar belakang,suku,ras, dan agama yang mereka miliki, teryata nilai2 yang mereka pegang pada dasarnya sama.
"Siapa yang banyak memberikan berkat, diberi kelimpahan, siapa yang memberi minum, ia sendiri akan diberi minum" - Amsal 25:8 -
Hal yang harus anda tanyakan pada diri anda ketika anda ingin berbagi dengan sesama? Apakah ini benar dari hati anda? Karena kemurahan hati yang benar dilakukan karena kasih dan belas kasihan, bukan karena motivasi untuk mendapatkan pujian dari orang lain. Dan ketika anda memberi, berilah dengan kesukaan hati, hati yang gembira, tidak dengan bersungut-sungut, menyesal, ataupun keterpaksaan.
- Jika anda ingin merasa kekurangan - Timbunlah !
- Jika anda ingin merasa miskin - Peganglah erat2 segala kepunyaanmu !
- Jika anda ingin merasa kaya - Berbagilah !
Orang yang murah hati dan mau berbagi dengan sesama, dimudahkan rejekinya oleh Tuhan, karena sudah dipantaskan oleh sang pemberi kehidupan.
Wasalam - Connecting Blogger -
Pemimpin
Ada orang yang terlahir menjadi pemimpin, ada juga yang dicipta untuk menjadi pemimpin, dan ada juga yang menjadi pemimpin karena suatu keadaan(keterpaksaan).Manakah menurut anda lebih baik?
Mungkin yang terlahir bisa jadi lebih baik karena mereka sudah memiliki keunggulan karena secara alamiah memiliki kecenderungan untuk memimpin. Atau bisa juga yang dicipta menjadi pemimpin karena dengan sedemikian rupa di didik dan dilatih untuk menjadi seorang pemimpin, yang pasti sedikit diantara kita akan memilih yang karena keterpaksaan adalah yang terbaik di antara mereka.
Menurut saya, semua dari mereka memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi pemimpin yang baik. Lingkungan juga menjadi faktor yang penting, semisal seseorang yang terlahir untuk menjadi pemimpin tapi lahir dan tinggal dalam suatu lingkungan yang mengkerdilkan kepemimpinan dia, tentu dia tidak akan mampu berkembang sesuai talenta yang dimilikinya. Lingkungan dan keinginan dari orang itu untuk terus belajar dan mengembangkan apa yang dimilikinya akan menjadikannya seseorang dengan kepribadian dan kemampuan memimpin yang baik.
Seorang pemimpin yang baik dapat membuat orang biasa untuk melakukan hal-hal yang luar biasa. Maka dari itu salah satu karakteristik pemimpin yang baik adalah mampu menjadi pelayan sehingga mengeluarkan segala potensi yang ada dari yang dipimpinnya.
Wasalam - Connecting Blogger -
Subscribe to:
Posts (Atom)