Tuesday, May 4, 2010

Kecil besarnya beban hidup


Sering kali kita mengeluh betapa besarnya beban kehidupan yang kita tanggung saat ini. Tapi sesungguhnya bukan itu yang menjadi pertanyaan yang sebenarnya.

Coba kita telaah gambar disamping ini, bayangkan apabila kita sedang berdiri sambil memegang satu buah gelas yang berisikan air. Apabila anda melakukannya untuk 10 menit? tidak masalah bukan?

Apabila kita memegangnya untuk 1 jam? Mungkin sebagian dari kita masih banyak yang kuat, sebagaian lagi sudah mulai bergetar2.
Coba apabila kita memegang dalam posisi seperti itu untuk lebih dari 3 jam? Mungkin setengah dari kita sudah menyerah, Dan apabila kita harus memegang untuk 12 jam misalkan? Kemungkinan besar sudah harus diurut :P

Sekilas kita lihat gelas berisi air itu tidaklah terlalu berat, bahkan terkesan sangat ringan. Seperti itulah kita dalam menghadapi beban dalam kehidupan. Bukan berapa besar beban yang sedang kita tanggung, tapi beberapa lama kita berada dalam suatu beban itu.

Dalam kata lain beban/masalah yang kecil pun apabila kita hanya berkutat untuk mengasihani diri kita dan tidak berusaha untuk menghadapinya, akan menjadi terasa sangat berat.

wasalam - Connecting Blogger -

Thursday, March 25, 2010

Buka pikiranmu, kosongkan cawanmu

Alkisah ada seorang yang ingin menemukan rahasia semesta dan arti hidup yang sesungguhnya. Lalu ia mengadakan perjalanan jauh dan mencari seseorang yang dapat memberikan jawaban atas pertanyaan yang selama ini menganggu di benaknya. Akhirnya ia menemukan seorang bijak yang telah tersohor ke seluruh negeri. Sang guru mempersilakannya duduk di atas tikar di lantai, dan lalu menjerang air untuk membuat teh. Dan orang itu menanti teh itu siap disajikan.

Cukup lama waktu yang diperlukan untuk memanaskan teh tersebut,ia pun spontan menjadi tidak sabar, ingin agar segala basa-basi itu segera berakhir, mengajukan pertanyaan, dan memperoleh jawaban atas makna sejati semesta. Ia tidak mengingkan teh itu, yang ada di pikirannya adalah bagaimana mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang selalu menghantui pikirannya. Dan seperti biasa, semakin tergesa2 terhadap sesuatu, maka terasa semakin lama air itu mendidihnya.

Tak beberapa lama kemudian teh pun siap disajikan. Sang guru itu menyerahkan secangkir teh padanya dan ia menerimanya dengan tangan gemetar karena saking senangnya. Pikiran dan tubuhnya tidak tenang. Di benaknya, ia menyimpan lebih banyak pertanyaan tambahan yang ingin ia ajukan begitu sang guru menjawab yang pertama. Sang guru menuangkan air teh, sampai ke bibir cangkir. Cangkir itu telah penuh sekali, tapi sang guru itu terus menuang, sehingga dengan segera teh panas itu meluap hingga ke pinggir, ke tangannya yang gemetar. “Apa yang engkau lakukan?” sontaknya sembari menahan kesakitan di tangannya. “Apa yang engkau lakukan?” jawab sang guru. “Layaknya cangkir teh ini, engkau sedang memenuhi dirimu dengan gagasan, keinginan, pertanyaan, khayalan. Bagaimana engkau dapat menerima sesuatu dariku jika cangkirmu penuh? Untuk dapat menerima ajaran mana pun, pertama-tama engkau mesti mengosongkan cangkirmu.”

Janganlah kita merasa sok pintar dan sok tahu akan segala hal. Dan juga jangan kita tergesa2 dalam mempelajari sesuatu. Biarlah proses pembelajaran itu masuk ke dalam pemikiran kita, dan biarlah kita berasa bodoh setiap saat, karena dengan begitu kita selalu ingin belajar dan belajar, dan disaat kita berhenti belajar disaat itulah kita berhenti bertumbuh.

Wasalam - Connecting Blogger -

Tuesday, March 23, 2010

Kemurahan hati

Cara terbaik untuk menyembuhkan ketamakan adalah dengan murah hati dengan sesama, itu adalah perasaan puas terbesar yang bisa dirasakan setiap insan manusia.

Dan satu2nya untuk mengalami kepuasaan dari kemurahan hati adalah dengan memberikan sesuatu yang anda sukai/senangi dengan sangat, jadi bukan hanya memberikan sesuatu yang anda tidak ingini lagi / bahkan sebenarnya anda sudah ingi mecampakannya.

Tentu sangatlah beda ketika anda memberikan sesuatu yang anda sukai, itu seperti memberikan sebagian/bagian dari hidup anda kepada orang lain, untuk merasakan apa yang kita rasakan.
Pernahkah terbayang kepada anda, apabila anda dalam keadaan kekurangan, dan tiba2 seseorang memberikan kepada anda sesuatu yang anda bagi anda itu suatu kemewahan yang tak pernah anda bayangkan untuk dimiliki? Seperti itulah perasaan seseorang yang mendapatkan kemurahan hati anda.

Dari gambar disamping, teryata kemurahan hati adalah bahasa universal yang di mengerti oleh setiap insan manusia dimanapun mereka berada, apapun latar belakang,suku,ras, dan agama yang mereka miliki, teryata nilai2 yang mereka pegang pada dasarnya sama.

"Siapa yang banyak memberikan berkat, diberi kelimpahan, siapa yang memberi minum, ia sendiri akan diberi minum" - Amsal 25:8 -


Hal yang harus anda tanyakan pada diri anda ketika anda ingin berbagi dengan sesama? Apakah ini benar dari hati anda? Karena kemurahan hati yang benar dilakukan karena kasih dan belas kasihan, bukan karena motivasi untuk mendapatkan pujian dari orang lain. Dan ketika anda memberi, berilah dengan kesukaan hati, hati yang gembira, tidak dengan bersungut-sungut, menyesal, ataupun keterpaksaan.

- Jika anda ingin merasa kekurangan - Timbunlah !
- Jika anda ingin merasa miskin - Peganglah erat2 segala kepunyaanmu !
- Jika anda ingin merasa kaya - Berbagilah !

Orang yang murah hati dan mau berbagi dengan sesama, dimudahkan rejekinya oleh Tuhan, karena sudah dipantaskan oleh sang pemberi kehidupan.

Wasalam - Connecting Blogger -

Pemimpin

Ada orang yang terlahir menjadi pemimpin, ada juga yang dicipta untuk menjadi pemimpin, dan ada juga yang menjadi pemimpin karena suatu keadaan(keterpaksaan).

Manakah menurut anda lebih baik?
Mungkin yang terlahir bisa jadi lebih baik karena mereka sudah memiliki keunggulan karena secara alamiah memiliki kecenderungan untuk memimpin. Atau bisa juga yang dicipta menjadi pemimpin karena dengan sedemikian rupa di didik dan dilatih untuk menjadi seorang pemimpin, yang pasti sedikit diantara kita akan memilih yang karena keterpaksaan adalah yang terbaik di antara mereka.

Menurut saya, semua dari mereka memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi pemimpin yang baik. Lingkungan juga menjadi faktor yang penting, semisal seseorang yang terlahir untuk menjadi pemimpin tapi lahir dan tinggal dalam suatu lingkungan yang mengkerdilkan kepemimpinan dia, tentu dia tidak akan mampu berkembang sesuai talenta yang dimilikinya. Lingkungan dan keinginan dari orang itu untuk terus belajar dan mengembangkan apa yang dimilikinya akan menjadikannya seseorang dengan kepribadian dan kemampuan memimpin yang baik.

Seorang pemimpin yang baik dapat membuat orang biasa untuk melakukan hal-hal yang luar biasa. Maka dari itu salah satu karakteristik pemimpin yang baik adalah mampu menjadi pelayan sehingga mengeluarkan segala potensi yang ada dari yang dipimpinnya.

Wasalam - Connecting Blogger -

Monday, March 22, 2010

Terjebak !

Pernahkah kita berada di dalam posisi terjebak dan terjepit? Mau mundur tidak bisa, mau maju terlihat banyak rintangan yang menghadang (kalo bahasa londohnya point of no return? atau buah simalakama).

Tapi ada kutipan menarik;
Jangan melalui jalur yang sudah terbentuk, tapi buatlah jalan baru dan tinggalkanlah jejak
- Ralph Waldo Emerson -

Hanya orang yang berani untuk melangkah lebih jauh, yang dapat mengetahui seberapa jauh seseorang dapat melangkah -
T. S. Eliot -

Melangkahlah langkah pertama dengan iman, anda tidak harus melihat semua anak tangga, ambillah langkah pertama itu - Dr Martin Luther King, jr -

Jadi apabila anda mengalami situasi yang serba salah, berdoalah dan melangkahlah, buatlah jalur2 yang belum pernah dilewati orang sebelumnya dan tinggalkanlah jejak sehingga orang lain dapat mengetahui jalan yang sudah anda bukakan sebelumnya.

Wasalam - Connecting Blogger -


2 Telinga 1 Mulut

Di dunia komunikasi ada 2 tipe orang, yaitu orang yang suka mendengarkan orang lain berbicara dan satu lagi orang yang senang mendengarkan dirinya sendiri berbicara ( tentu kita sudah tau yang mana yang lebih enak untuk diajak berkomunikasi :p ).

Keuntungan pertama adalah tidak ada orang yang bakal mencap anda sebagai orang yang membosankan karena anda membicarakan diri anda sendiri, karena anda membiarkan orang lain menceritakan diri mereka. Kedua dengan mendengarkan anda pasti belajar sesuatu daripada anda bercerita mengenai diri anda, karena anda sudah mengetahui apa yang hendak anda utarakan.
Ketiga orang yang suka bercerita mengenai dirinya sendiri biasanya ingin mendengar apa yang orang lain pikirkan tentang mereka.

Dan terakhir, tentu ada alasan kenapa Tuhan menciptakan kita 2 telinga dan 1 mulut, bukan sebaliknya....

Wasalam - Connecting Blogger -

Belajar untuk membaca

Pada suatu ketika ada seseorang kawan yang berkata kepada saya, kamu akan tetap menjadi orang yang sama 5 tahun mendatang, kecuali untuk orang yang kau temui dan buku yang kau baca. Moral dari kata2nya adalah kamu tidak akan bertumbuh sebagai pribadi tanpa memberikan sesuatu (dan kalau bisa positif) dampak kepada kehidupan kamu. Dan kebanyakan dari kita memilih untuk tidak melakukan apa2, terlalu sungkan untuk mencari teman baru, dan tidak suka untuk membaca buku2 (koran, komik, majalah gosip ga termasuk loh :p)

Dan membaca buku relatif mudah untuk dilakukan, dibandingkan bertemu dan berteman dengan orang yang tidak anda kenal sebelumnya (yah tentu untuk sebagian orang lebih senang berteman baru), tapi bedanya dengan buku, dimanapun anda berada, kapanpun, atau sedang dalam kondisi apapun, buku senang tiasa menemani anda tanpa keluhan :)

Membaca adalah salah satu cara untuk bertumbuh, karena dalam buku banyak sekali informasi, pencerahan, dan inspirasi yang semua berguna untuk membantu pertumbuhan anda. Buku juga banyak bercerita baik kegagalan maupun keberhasilan seseorang, yang tentunya sangat baik untuk kita sehingga kita tidak perlu mengalami kegagalan ataupun mengetahui cara orang lain untuk berhasil tanpa harus mengunakan sistem coba2.

Maka jadilah pribadi yang lebih baik hari lepas hari, dan dengan membaca adalah salah satunya

Wasalam - Connecting Blogger -